Dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 53/PERMENTAN/KR.040/12/2018 TANGGAL 8 Januari 2019 Tentang KEAMANAN DAN MUTU PANGAN SEGAR ASAL TUMBUHAN, produk beras dalam kemasan yang beredar di pasaran harus memiliki ijin edar. Ketentuan tersebut berlaku sejak tanggal ditetapkan yaitu tanggal 8 Januari 2019 dan terdapat waktu peralihan selama 2 (dua) tahun yaitu tahun 2019 dan 2020.

Demikian hal itu ditegaskan Kepala Dinas Pangan dan Perkebunan Ir Susilan dalam pengarahan pada acara Pembinaan Mutu dan Keamanan Pangan Segar yang dilaksanakan di Kecamatan Sampang, Selasa 2 Juli 2019.

Kegiatan yang diikuti oleh kelompok tani, gapoktan, pengusaha beras serta penyuluh pertanian lapang juga dilaksanakan di Kecamatan Kedungreja dan Wanareja pada tanggal 3 dan 4 Juli 2019 yang didanai dari dana APBD Kabupaten Cilacap Tahun Anggaran 2019. Selain sosialisasi Permentan Nomor 53 Tahun 2018, peserta juga mendapatkan materi tentang Kebijakan Perberasan, Label dan Kemasan yang disampaikan oleh Firda Nurul Lisdiana, SE, MM dari Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM  serta pengendalian hama secara terpadu yang disampaian oleh Ruswanto, SP dari Dinas Pertanian.

Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan Agus Priharso, S.Hut, MP dalam sambutannya menjelaskan bahwa ketentuan ijin edar tidak hanya berlaku untuk beras tetapi juga berlaku berlaku untuk produk pangan segar asal tumbuhan (PSAT) jenis biji-bijian lainnya seperti kacang hijau, kacang tanah, kedele, mrica, biji pala yang dikemas dalam kemasan khusus.

“Apabila semua jenis biji-bijian tersebut diperdagangkan dalam bentuk kemasan, maka berlaku ketentuan ijin edar. Namun, apabila dijual dalam bentuk curah maka ketentuan tersebut tidak berlaku,” jelas Agus Priharso.

Nilai Ekonomis

Susilan menegaskan, diterbitkannya Permentan tersebut untuk menjawab tuntutan masyarakat akan kesediaan pangan yang aman dan bermutu. Masyarakat sudah mulai sadar akan kesehatan dan menuntut kualitas kesehatan yang lebih baik. Salah satunya dengan menjaga asupan pangan dan gizi. Pangan yang dikonsumsi khususnya pangan segar harus benar-benar bebas cemaran kimia baik cemaran dari residu pestisida maupun bahan kimia lainnya seperti pemutih atau bleaching chlorine. “Masyarakat  menengah ke atas lebih memilih produk beras dalam kemasan yang sudah bersertiffikat baik itu sertifikat organik maupun sertifikat halal dan memiliki  ijin edar atau registrasi PSAT,” tambahnya.

Disamping itu, menurut Susilan Pemerintah Kabupaten Cilacap saat ini juga berkeinginan untuk mengembangkan produk pangan segar seperti beras agar bisa memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi dan menjadi produk kebanggaan Cilacap serta menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Mengapa demikian, karena sering kita jumpai beras yang beredar di Kabupaten Cilacap ternyata bukan produk dari Kabupaten Cilacap sendiri tetapi malah produk dari kabupaten lain. Bahkan apabila kita mencari beras di supermarket atau toserba, beras yang dijual semua dari luar daerah karena beras (bukan organik) dalam kemasan dari Kabupaten Cilacap belum ada yang teregristrasi Kementan.

Menurutnya, di Cilacap sudah ada dua Kelompok Tani yang memiliki ijin edar dari Kementan yaitu Kelompok Tani Lestari Organik Wanareja dari Gapoktan Sumber Makmur Maos. Sebagai produsen beras, akan lebih baik dan menjadi kebanggaan apabila bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan dapat dipasarkan di supermarket baik di dalam maupun di luar kabupaten Cilacap dengan mengantongi ijin edar atau persetujuan pendaftaran pangan segar asal tumbuhan. Dengan adanya sertifikat ini menandakan bahwa produk yang dihasilkan sudah benar-benar aman.

Untuk itu pihaknya menghimbau agar para pelaku usaha di bidang perberasan maupun pangan segar asal tumbuhan lainnya segera mengajukan ijin edar ke Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pangan dan Perkebunan.

“Dalam dua tahun ini yaitu tahun 2019 dan 2020 pengajuan ijin edar diajukan kepada OKKPD Provinsi Jawa Tengah. Meskipun demikian, Dinas Pangan dan Perkebunan siap memfasilitasi kelompok tani dan gapoktan yang siap mengajukan,” tandasnya. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here