Gula merah rafinasi atau gula masakan yang banyak dijual di pasar-pasar tradisional dan beredar luas di Kabupaten Cilacap bukanlah gula merah yang identik dengan gula kelapa. Melihat definisi gula merah adalah gula kelapa yang dibuat dari nira kelapa maka pemerintah daerah tidak bisa mengeluarkan ijin industri kecil rumah tangga gula merah terhadap industri gula masakan. Untuk itu perijinan yang sudah dikeluarkan kepada industri gula masakan dengan ijin industri gula merah (gula kelapa) untuk ditinjau ulang.  Demikian hal itu ditegaskan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Drs  Wasi Ariyadi  pada Rapat Koordinasi Tim Jejaring Keamanan Daerah (TJKPD) yang berlangsung di Ruang Rapat Sekda 24 April 2019.

Rapat dibuka oleh Sekretaris Daerah selaku Ketua TJKPD dan diikuti oleh anggota Tim JKPD yang terdiri dari Kepala Dinas/pejabat dari instansi Dinas Pangan dan Perkebunan, Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kantor Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Komunikasi dan Informatika, Bagian Hukum Setda Cilacap, Bagian Perekonomian Setda Cilacap, Kanit ii Intelkam Polres Cilacap dan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Cilacap.

Wasi Ariyadi menjelaskan industri gula masakan atau gula merah rafinasi merupakan penyimpangan dalam produksi gula kelapa yang banyak muncul di Kabupaten Cilacap. Perbandingan bahan pangan yang digunakan dalam produksi gula masakan ini lebih banyak menggunakan gula rafinasi antara 70 % hingga 90 %. Sedang gula kelapa yang digunakan hanya 10 % – 30 % dari total bobot produksi. Pembuatan gula masakan ini juga menggunakan campuran bahan pangan lain seperti dextrose, glukosa dan natrium metabisulfit.

Gula masakan ini dijual sebagai gula kelapa untuk memenuhi permintaan gula kelapa di pasaran  maka hal ini bisa dikategorikan dalam Food Fraud atau pemalsuan makanan yang dapat dikategorikan penipuan yang berlatar belakang (motivasi) ekonomi.

Menurutnya, dengan berkembangnya industri gula masakan (gula merah rafinasi) memukul perkembangan pengrajin gula kelapa asli di Kabupaten Cilacap yang jumlahnya mencapai 11.000 orang. Apalagi produksi gula masakan tiap pelaku usaha ada yang mencapai  15 – 60 ton per bulan.

Sebagai tindak lanjut, Satpol PP akan melakukan pembinaan/pengawasan/ operasi  pada industri gula merah rafinasi yang tidak memiliki ijin sebagai tindakan penertiban pelanggaran Perda Perijinan. Sedang Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta Dinas Kesehatan akan mereview kembali 31 perijinan yang sudah dikeluarkan terkait ijin industri gula merah. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here