KBRN, Cilacap : Kampanye pangan lokal, yakni non-beras dan non-terigu di Kabupaten Cilacap masih terkendala berbagai budaya mengonsumsi makanan di masyarakat.

Seperti diketahui, kampanye konsumsi pangan lokal dilakukan sebagai upaya menurunkan konsumsi beras demi meningkatkan ketahanan pangan.

Kepala Dinas Pangan dan Perkebunan Kabupaten Cilacap, Susilan menyatakan berbagai kendala yang dihadapi dalam kampanye pangan lokal antara lain,sulitnya mengubah budaya makan masyarakat ke pangan lokal.

“Sebagian masyarakat merasa belum makan, kalau belum makan nasi” kata Susilan, Rabu (11/10/2017).

Kendala lain, lanjut dia masih adanya rasa malu mengonsumsi pangan lokal, seperti singkong, tiwul, jagung dan malu membawa buah lokal yang sehat, serta kurangnya kesadaran masyarakat terhadap mutu dan keamanan pangan.

Untuk itu, kata dia bebagai upaya dilakukan untukmeningkatkan konsumsi pangan lokal, seperti sosialisasi melalui berbagai media, pelatihan, dan lomba-lomba.

“Terkait upaya ini, Surat Edaran Bupati juga sudah terbit yang intinya mengajak teman-teman SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) agar dalam kegiatan seperti rapat, atau menerima kunjungan tamu dari luar, untuk menyediakan bahan pangan lokal” jelasnya.

Dijelaskan, kampanye pangan lokal menjadi upaya mewujudkan ketahanan pangan mengingat jumlah penduduk dan produktivitas yang terus meningkat.

“Kalau kondisi ini tidak diimbangi dengan upaya menekan bangan pangan non-beras dan non-terigu, nantinya terjadi ketidakseimbangan antara kebutuhan pangan dengan jumlah penduduk yang ada” ujarnnya.

Ditambahkan, jika upaya-upaya ini masih belum maksimal pihaknya mengusulkan penerbitan Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur konsumsi pangan lokal. (Sandy)

Sumber: RRI.Co.Id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here