Berdasar hasil monitoring keamanan pangan pada kantin dan warung sekolah oleh Tim Jejaring Keamanan Pangan Daerah (Tim JKPD) Kabupaten Cilacap, ditemukan beberapa permasalahan, diantaranya banyak pedagang yang menjual makanan cepat saji dengan menaburkan bumbu-bumbu berbagai rasa yang jumlahnya tidak terkontrol dan mengandung  banyak MSG. Disamping itu juga ditemukan adanya makanan kadaluarsa beredar di kantin / warung sekolah, makanan atau jajanan tanpa ijin PIRT dan jajanan yang tidak layak  dijual seperti remah roti yang dikemas lagi dalam plastik.

Assisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Cilacap, Drs. Wasi Ariyadi selaku Ketua II Tim JKPD mengungkapkan hal tersebut dalam rapat koordinasi Tim JKPD Kabupaten Cilacap yang dilaksanakan belum lama ini di ruang rapat Sekda Cilacap.  Dikatakannya monitoring dilakukan di beberapa Sekolah Dasar di Kecamatan Adipala, Sampang, Wanareja dan Cipari serta beberapa Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Aliyah di Kecamatan Majenang.

Untuk menindaklanjuti hal tersebut, pemerintah Kabupaten Cilacap minta kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap untuk mengusahakan pembentukan kantin sekolah terutama pada Sekolah Dasar.

“ Dalam rangka melindungi anak-anak dari makanan yang mengandung bahan-bahan berbahaya , saya mohon kepada  kepala dinas P dan K agar mengusahakan pembentukan kantin sekolah terutama pada sekolah-sekolah dasar di wilayah kabupaten Cilacap,” tandasnya.

Disamping itu, menurutnya pihak sekolah untuk ikut melaksanakan pengawasan terhadap produk jajanan yang beredar di lingkungan sekolah agar anak-anak sekolah terbebas dari bahan-bahan atau makanan yang berbahaya. Beberapa kejadian keracunan bahkan menjadi penyebab kematian yang  terjadi di kabupaten lain di wilayah Jawa Tengah jangan sampai terjadi di wilayah Kabupaten Cilacap.  

Pembinaan

Sebagai tindak lanjut hasil monitoring mutu dan keamanan pangan pada warung sekolah, Dinas Pangan dan Perkebunan (Dispabun) Kabupaten Cilacap melalui kegiatan Peningkatan Mutu dan Keamanan Pangan melaksanakan “Pembinan Mutu dan Keamanan Pangan pada Warung Sekolah”. Kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun untuk memberikan wawasan dan pengetahuan kepada pihak sekolah dan pengelola kantin/warung sekolah tentang prinsip kantin yang sehat, jenis-jenis bahan tambahan pangan yang tidak diijinkan dan cara pengelolaan pangan yang baik serta pemberian wawasan bagaimana mewujudkan sekolah yang sehat dengan lingkungan asri.

Kepala Dispabun Kabupaten Cilacap, Ir Susilan mengatakan pada tahun ini pembinaan dilaksanakan di lima lokasi yaitu di Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Sampang, Cipari, Wanareja dan Adipala serta di aula Dispabun khusus pembinaan mutu dan keamanan pangan pada sekolah adiwiyata dengan peserta sesuai usulan dari Dinas Lingkungan Hidup.

Tujuan diselenggarakannya pembinaan mutu dan keamanan pangan pada warung sekolah adalah untuk menyamakan persepsi tentang pengelolaan kantinwarung sekolah yaitu dalam menyediakan makanan bagi anak sekolah selama berada di sekolah, membantu memenuhi kebutuhan energi siswa selama di sekolah,, membantu siswa yang tidak sempat makan pagi untuk memenuhi kecukupan makannya. Juga untuk menambah dan melengkapi makanan siswa yang baik dalam kualitas dan kuantitas, mendidik siswa memilih makanan yang bergizi baik serta menanamkan kebiasaan yang baik dan memenuhi syarat kesehatan.

Menurut Susilan, pembinaan tersebut juga ditujukan untuk mengantisipasi Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan makanan dan minuman serta melindungi masyarakat secara luas dalam mengkonsumsi makanan atau minuman yang tidak memenuhi syarat keamanan, mutu dan gizi. (Soetji)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here