PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN

0
51

Pekarangan merupakan sebidang tanah di sekitar rumah yang mudah diusahakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemenuhan gizi mikro melalui perbaikan menu keluarga. Pekarangan disebut juga sebagai Lumbung Hidup yang artinya pekarangan dapat ditanami dengan tanaman palawija yang mengandung karbohidrat. Pekarangan dapat menghasilkan umbi-umbian yang dapat dimasak sebagai pendamping nasi untuk konsumsi bahan makanan pokok.

Jika dikelola dengan baik, pekarangan rumah dapat memberikan manfaat bagi kehidupan keluarga seperti : memenuhi ketersediaan pangan rumah tangga, sebagai pendamping makanan pokok (nasi) serta meningkatkan pendapatan keluarga. Pemanfaatan lahan pekarangan dapat mendukung ketahanan pangan nasional dengan memberdayakan potensi pangan lokal yang dimiliki masing-masing daerah. Pangan lokal ini dapat dijadikan sebagai pangan alternatif sehingga dapat mengurangi konsumsi beras. Pangan alternatif yang dapat dikembangkan antara lain : talas, ubi jalar, gembili dan kentang hitam.

Dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah, masyarakat diharapkan untuk dapat :

  • Meningkatkan citra makanan lokal sebagai substitusi beras dan diversifikasi pangan
  • Melestarikan semua potensi lokal yang diwarisi para leluhur
  • Mengajak masyarakat terutama generasi muda mencintai kebudayaan sendiri dan mengerti kearifan lokal yang dimiliki oleh leluhurnya sendiri
  • Membangun basis “back to basic” yang berwawasan alam dan lingkungan hidup
  • Mengantisipasi kelangkaan beras sebagai akibat dari pemanasan global

Secara lebih khusus, masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam pembangunan dan mendukung bagi terwujudnya ketahanan pangan maupun kemandirian pangan khususnya di tingkat rumah tangga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here